WELCOME TO MY PERSONAL BLOG

never give up!!!

cc

WELCOME

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-2-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-3-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-4-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-5-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

Doa Pengemis Tua

DOA PENGEMIS TUA



Siang itu Rina dan temannya berencana pergi untuk membeli tiket konser musik sebuah Grup Band yang sangat terkenal di Indonesia. Rina dan temannya sudah lama menanti-nantikan kedatangan grup band tersebut di kota mereka.

Tetapi baru satu langkah keluar dari pintu rumah, tiba-tiba ada seorang pengemis tua dan satu orang anak yang di gendongnya, kelihatannya anak itu sedang sakit parah. Kata pengemis itu, “Neng, tolong ibu dan anak ibu sudah 3 hari ibu dan anak ibu tidak makan, dan sekarang anak ibu sakit, ibu tidak tahu harus bagaimana, kasihanilah Ibu neng!!”

Melihat ibu dan anaknya yang sepertinya memang benar-benar sedang sekarat, hati Rina pun menjadi iba dan tidak tega. Rina membayangkan bagaimana kalau Rina seperti itu. Tapi tiba-tiba lamunan Rina buyar ketika Tia (teman Rina) mengejutkan Rina dan menyuruhnya untuk berkata kepada pengemis itu agar segera pergi.

Rina dihadapkan pada 2 pilihan yang berat, di satu pihak Rina sudah janji dengan Tia untuk nonton konser itu, di lain pihak Rina tidak tega dengan pengemis itu, Rina merasa berdosa bila membiarkan mereka kelaparan.

Akhirnya Rina memutuskan, uang untuk membeli tiket konser yang memang cukup mahal itu diberikan pada pengemis tersebut dan menyuruh mereka makan dirumahnya. Tidak hanya itu Rina pun memberikan obat dan pakaian layak pakai untuk pengemis itu. Tia yang kecewa pada Rina yang tidak jadi nonton konser, akhirnya pergi sendiri.

Setelah selesai makan, pengemis itu pamit dan berterima kasih sekali. Ia berkata uang itu akan digunakan untuk modal usaha. Pengemis itu pun mendoakan Rinaagar senantiasa selamat dari marabahaya dan dilindungi oleh Allah SWT.

Keesokan harinya Rina mendengar berita bahwa Tia masuk ke rumah sakit karena sewaktu nonton konser ia pingsan dan terinjak-injak orang. Rina pun teringat dengan doa ibu pengemis tua kemarin.

Dikutip dari pengalaman Rina Indrawaty

Jumat, 30 Maret 2012

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif
 Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Perlatan deduksi namanya silogisme yang terjadi dari tiga bagian :
a. Premis mayor;
b. Premis minor;
c. Kesimpulan.
Premis adalah putusan. Putusan ialah pernyataan yang menyunguhkan sesuatu atau mengingkarinya sehingga dapat dikatakn benar atau salah.
Premis mayor: Suatu generalisasi yang meliputi semua unsure kategori, banyak yang diantarannya atau hanya beberapa unsur saja.
Premis minor: Penyamaan suatu objek atau  ide dengan unsur yang dicakup oleh premis mayor.
Bentuk penalaran deduktif terbagi menjadi 2, yaitu:
1.    secara langsung
-    Semua S adalah P (Premis)
Sebagian P adalah S (Simpulan)
Contoh :
Semua orang Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok (Premis)
Sebagian orang Indonesia makanan pkoknya adalah nasi.(simpulan)

-    Tidak satu pun S adalah P (Premis)
Tidak satu pun P adalah S (Simpulan)
Contoh :
Tidak seekor semut pun adalah ayam (Premis)
Tidak ayam pun adalah semut (simpulan)

-    Semua S adalah P (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P (Simpulan)
Contoh :
Semua manusia bernafas dengan paru-paru (Premis)
Tidak satu pun manusia yang tidak bernafas dengan paru-paru (Simpulan)

-    Tidak satu pun S adalah P (Premis)
Semua S adalah tak-P (Simpulan)
Contoh :
Tidak satu pun cabai rasanya manis (Premis)
Semua cabai rasanya tidak manis (Simpulan)

-    Semua S adalah P (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P (Simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S (Simpulan)
Contoh :
Semua makhluk hidup pasti mati. (Premis)
Tidak satupun makhluk hidup adalah tidak mati.(Simpulan)

2.    Secara tidak langsung (aturan 2 proporsi)
1.    Silogisme Kategorial
Yang dimaksud dengan silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebur premis mayor dan peremis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.
Contoh:
My : Semua manusia bijaksana.
Mn : Semua polisi adalah manusia.
K : Jadi, semua polisi bijaksana

2.    Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.

3.    Silogisme Disjungtif
Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:
•    Silogisme disyungtif dalam arti sempit
Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. Contoh:
Heri jujur atau berbohong.(premis1)
Ternyata Heri berbohong.(premis2)
Ia tidak jujur (konklusi).
•    Silogisme disjungtif dalam arti luas
Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh:
Hasan di rumah atau di pasar.(premis1)
Ternyata tidak di rumah.(premis2)
Hasan di pasar (konklusi).

4    Silogisme Entiment
Silogisme entiment adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor.
Contoh :
- Jordan seorang yang pandai bermain basket karena Jordan pemain NBA.
- Sarah seorang yang terkenal karena Indri seorang aktris.